Tips Cara Interview Kerja Termudah Paling Direkomendasikan

Tips Cara Interview Kerja Termudah Paling Direkomendasikan

Bagi sebagian pencari kerja, salah satu poin penting yang sering kali terasa menakutkan yaitu menghadapi momen interview kerja. Ya, hal ini karena ada sejumlah rasa khawatir pada diri seorang pencari kerja saat dihadapkan berbagai pertanyaan. Namun sebaiknya tidak perlu berlarut-larut merasa khawatir. Karena ada tips cara interview kerja termudah yang dapat dilakukan supaya interview berjalan lancar. Bagi kalian yang masih dalam status pencari kerja, atau sedang berencana memilih karir yang baru, berikut ini beberapa tips yang dapat diikuti saat sedang dalam proses interview kerja dengan perusahaan idaman.

Berikan Kesan Pertama Yang Baik

Tidak dipungkiri bahwa kesan pertama adalah hal yang cukup menentukan dalam penilaian saat interview kerja. Oleh sebab itu tips cara interview kerja yang pertama kali harus diperhatikan yaitu cara membawakan diri di hadapan para user atau mereka yang mewawancara. Sebaiknya pastikan datang interview dalam keadaan rapi dan bersih, karena kebanyakan orang pasti lebih suka melihat seseorang yang rapi dan bersih ketimbang berantakan serta terlihat jorok. Tebarkan senyum dan keramahan juga bisa membantu memberikan kesan positif untuk pertama kalinya.

Percaya Diri dan Penuh Semangat

Kebanyakan perusahaan akan mencari seseorang dengan semangat kerja yang tinggi serta penuh dedikasi. Oleh sebab itu utarakan ketertarikan yang kalian miliki pada perusahaan sepenuhnya. Lakukan dengan rasa penuh percaya diri dan semangat yang cukup tinggi. Caritakan diri kalian seutuhnya dengan teteap menghormati siapapun lawan bicara kalian. Jangan pernah menganggap remeh siapapun yang ada di dalam ruangan interview kalian. Karena bisa jadi salah satunya akan menjadi penentu kunci utama apakah kalian diterima di perusahaan tersebut atau tidak.

Cara Interview Kerja Bagi Pemula

Cari Tahu Tentang Perusahaan Yang Dituju

Selanjutnya sangat baik jika berusaha untuk mencari tahu lebih dulu tentang perusahaan yang dituju. Umumnya perusahaan ingin tahu sejauh mana informasi yang kalian miliki tentang perusahaan di awal. Sehingga lebih mudah bagi mereka memastikan jika kalian sesuai dengan kandidat yang mereka cari. Dengan mencari tahu informasi lebih awal, artinya kalian juga menunjukkan minat yang tinggi untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.

Datang Tepat Waktu

Jangan sampai terlambat datang, ini adalah poin penting saat menghadapi interview kerja. Kebanyakan atasan lebih suka pada seseorang yang menghargai waktu. Oleh sebab itu hindari resiko terkena macet dengan berangkat lebih awal. Tiba di tempat interview lebih dini membantu untuk memberikan gambaran kedisiplinan yang baik pada pemimpin di perusahaan incaran.

Highlight Kemampuan Utama

Sesuaikan profil diri kalian dengan posisi yang dicari. Hal ini cukup penting supaya perusahaan dapat lebih mudah menangkap apakah diri kalian adalah kandidat yang sesuai dan mereka cari atau tidak. Sebisa mungkin pahami posisi yang akan ditempati nantinya. Sehingga dapat memberikan kesan yang tepat di saat interview kerja berlangsung. Pastikan kalian menguasai kemampuan yang diinginkan oleh perusahaan. Bila perlu tunjukkan kemampuan tersebut untuk dapat lebih meyakinkan para pewawancara yang sedang menilai kalian.

Itulah beberapa tips cara interview kerja termudah yang dapat menjamin pekerjaan impian didapatkan. Jadi, jangan merasa ragu untuk mengaplikasikannya. Jika interview berjalan dengan lancar, tentu saja kesempatan meraih pekerjaan lebih terbuka lebar. Jadi, jangan lupa untuk selalu mencari tahu tips-tips yang tepat untuk menghadapi interview, seperti salah satunya yang sudah disebutkan di atas. Semoga berhasil ya!

Strategi Mengatasi Konflik di perushaaan

Strategi Mengatasi Konflik di perushaaan

Strategi manajemen konflik – Beragam perbedaan pendapat, tujuan, kepentingan, proses berpikir dan berselisih paham akan mengarah pada konflik. Konflik yang tidak dapat diselesaikan dengan baik akan berdampak pada menurunnya kepercayaan pada organisasi dan menurunnya produktivitas seorang karyawan.

Dalam organisasi yang sangat menuntut adanya kerjasama tim, konflik yang tidak tertangani menjadi sinyal kuat akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Munculnya suatu konflik sehingga manajemen konflik dalam organisasi berperan penting untuk menjaga iklim kerja yang kondusif dalam organisasi.

Apa itu Manajemen Konflik?

Manajemen konflik berperan dalam mengelola konflik untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien dalam menyelesaikan suatu masalah. Manajemen konflik merupakan salah satu cara yang digunakan oleh individu untuk menghadapi perselisihan antara dirinya dengan orang lain. Sehingga individu tersebut mendapatkan solusi tepat dan jalan keluar terhadap masalah atau konflik yang dihadapi.

Mengelola konflik perlu menggunakan skala prioritas agar konflik tersebut tidak menimbulkan kekacauan dalam koordinasi dan integrasi antara fungsi dan divisi dalam organisasi. Sebagai karyawan atau pemilik usaha, Anda harus bisa menangani konflik sebelum konflik semakin meningkat dan tidak bisa diperbaiki. Berikut lima strategi manajemen konflik yang bisa Anda pelajari.

5 Strategi Manajemen Konflik

5 Strategi Manajemen Konflik

1 ) Akomodatif (Accomodating)

Strategi akomodatif mengharuskan salah satu pihak mengalah untuk bisa menyelesaikan suatu konflik. Strategi ini tepat digunakan ketika salah satu pihak ingin menjaga suasana kerja yang damai, tanpa konflik dan mengabaikan keinginan diri sendiri dengan memuaskan kebutuhan orang atau kelompok. Biasanya strategi ini dilakukan oleh pihak lain yang lebih profesional atau memiliki solusi tepat dalam mengatasi konflik. Dengan kata lain, strategi akomodatif adalah strategi “Saya Kalah, Anda Menang” atau “I lose, You Win”.

2 ) Menghindari (Avoiding)

Strategi menghindari adalah upaya untuk menunda konflik dengan menghindari peraturan, kebijakan dan pengambilan keputusan. Dengan menunda atau mengabaikan konflik, Anda berharap masalah akan terselesaikan dengan sendirinya. Pada umumnya, mereka yang aktif menghindari konflik memiliki harga diri rendah atau memegang posisi atau jabatan yang rendah dan juga tidak berdaya dalam menghadapi konflik secara langsung. Dalam strategi ini, tidak ada pihak yang jadi pemenang dan juga tidak ada pihak yang kalah atau “No Win – No Lose”.

3 ) Kolaborasi (Collaborating)

Kolaborasi dilakukan dengan cara mengintegrasikan ide-ide dari beberapa orang yang menghadapi konflik. Tujuannya adalah untuk memuaskan semua pihak yang sedang konflik dan juga menemukan solusi kreatif yang dapat diterima oleh semua orang. Diperlukan diskusi bersama tentang permasalahan dan mencari solusi terbaik serta diperlukan kejujuran, kepercayaan dan komitmen dari semua pihak.

Gaya kolaborasi ini adalah cara yang sangat berguna untuk menggabungkan wawasan dari orang-orang dengan perspektif yang berbeda tentang suatu masalah. Sehingga dapat menghasilkan sebuah komitmen yang kuat dari masing-masing pihak. Dengan kata lain, strategi kolaborasi adalah strategi “Saya Menang, Anda Menang” atau “I win, You win”.

Namun dalam menerapkan strategi ini, perlu hati-hati karena tidak semua konflik dapat diselesaikan dengan strategi ini karena banyak memakan waktu untuk bisa mencapai kesepakatan dalam menyelesaikan konflik.

4 ) Kompromi (Compromising)

Strategi kompromi ini dilakukan dengan cara melakukan pendekatan kepada pihak yang yang sedang dalam konflik bersedia untuk mengalah atau tidak mendapatkan apa yang sebenarnya mereka inginkan demi menjaga hubungan dan kepentingan bersama.

Biasanya strategi ini dilakukan oleh orang-orang dengan kekuatan yang setara dan memilki tujuan yang sama. Strategi ini juga dilakukan ketika pemilik bisnis sedang dalam proses negosiasi dalam kontrak bisnis atau terjadi pemungutan suara (voting). Dalam strategi ini, tidak ada pemenang atau pecundang atau “No Win – No Lose” dalam suatu konflik.

5 ) Kompetisi (Competing)

Strategi kompetisi ini menggunakan pendekatan ‘menang-kalah’, dimana satu pihak yang berkompetisi termotivasi untuk mengalahkan pihak lawan. Strategi ini menjadi pilihan terbaik karena seringkali meningkatkan produktifitas kedua belah pihak yang akan mempengaruhi kinerja perusahaan.

Dalam strategi ini, yang perlu diantisipasi adalah aturan yang jelas tentang etika berkompetisi supaya tidak bersifat saling menjatuhkan dengan berbagai cara. Diperlukan sebuah tindakan tegas untuk menyelesaikan konflik tanpa bekerjasama dengan pihak lain dan bahkan dengan mengorbankan pihak lain. Dengan kata lain, strategi kompetisi adalah strategi “Saya Menang, Anda Kalah” atau “I Win, You Lose“.

Demikian informasi dari Payrollbozz mengenai strategi manajemen konflik. Semoga bermanfaat bagi para pembaca!